Hanya Diriku Saja

Betapa indahnya, orang-orang yang diberi nikmat menjadi jalan bagi sebuah kebaikan, apalah aku ini kadang aku iri mengapa tak menemukan kesempatan yang sama seperti mereka tapi sepertinya ini bukan tentang kesempatan aku yang terlalu abai seharusnya aku lebih teliti saat menyusuri jalan apakah ada diantara orang-orang di tepi jalan itu yang sedang kelaparan apakah ada... Continue Reading →

Advertisements

Kala Itu

Mengapa saat bingung, pena jadi pemulung memungut kata yang berserakan di relung-relung hati tapi kegelisahan tak sirna segelisah aku mencari posisi duduk yang enak tapi cuma gerak yang akhirnya membuat tubuhku gata-gatal lalu kata keluar cuma sedikit sedikit seperti air pam yang dikorupsi dari pagi aku di depan laptop yang bersanding dengan buku dan pena... Continue Reading →

Kemana dan untuk Apa Hijrahmu?

"Ngapain pergi? Apakah kamu akan meninggalkan medan perjuangan dan pengabdianmu? Apakah kamu akan berubah dari seorang yang mengabdi pada umat menjadi orang yang hidup untuk dirinya saja?". Pertanyaan itu terus menggema di telinga saya, saat memutuskan hijrah 2 tahun silam. Hijrah saya bukan tentang Surabaya ke Jakarta. Jauh melebihi itu..mental, pikiran, hati dan spiritual. Jakarta... Continue Reading →

Pemuda yang Lebih Baik

"Jika suatu hari ada ikhwan yang melamarmu atau melamar anak gadismu sedangkan ia tak berkecukupan dalam harta tapi begitu taat pada Allah, apakah akan kau terima lamarannya?"

Refleksi Perbaikan

(11) Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. (12) Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. QS Al Baqarah 11-12 Aku dulu pernah terlalu ‘rumongso’ sebagai manusia yang mengorientasikan seluruh hidupnya untuk perbaikan di masyarakat. Aku beranggapan perjuanganku... Continue Reading →

Madu dan Racun Sebuah Tulisan

Sudah tujuh kali saya menekan tombol 'delete'. Beberapa kata yang sudah tersusun, saya hapus lagi. Saya kembali berpikir, lalu menuliskan kalimat baru yang sangat berbeda. Tapi kemudian saya hapus lagi. Hal itu terjadi berkali-kali. Saya jadi mulai ragu menulis, takut tulisan saya hanya membuat keburukan. Kalau tulisan adalah luapan ego dan kemarahan saya, tidak memberikan... Continue Reading →

Rindu Sudah Lewat

Lama sekali tak lagi kuucap kata dalam puisi Padahal rindu sempat sesak parah Tapi tak mampu kujelma kata Ah, aku jadi kehilangan momentum melankolis Padahal katanya rindu adalah saat terbaik untuk menulis puisi Ternyata sudah tak mempan buatku Rindu malah jadi penyumbat arteriku Mematikan sesaat, membunuh daya Rindu oh rindu Apakah kali ini karena rindu... Continue Reading →

Selintas Kenangan dari Masa Lalu

Pada akhirnya saya bisa memilih jalan saya dan tidak ada yang memaksakan pilihan lain kemudian. Kesabaran, keikhlasan dan kelembutan adalah kekuatan yang sangat besar. Kemenangan itu sesungguhnya bukan karena kita bisa menang dan benar dari orang lain, tapi karena menaklukan pikiran dan perasaan diri kita sendiri.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑