Pemaknaan Ramadhan (2) Puasa dan Berbuka

Jadi apakah puasa Ramadhan adalah puncak ibadah dan optimalisasi amalan-amalan terbaik? Atau malah sekedar momentum latihan untuk siap terjun dalam medan puasa yang sesungguhnya? Medan puasa itu ada di bulan-bulan lain di mana kita tidak dapat mengira-ngira kapan waktunya kita harus puasa dan berbuka

Advertisements

Pemaknaan Ramadhan (1) Tentang Puasa

Awal Ramadhan ini, sebuah pertanyaan terlintas, “Mengapa harus lapar?” Kenapa orang harus merasakan lapar berjam-jam, merasakan perut melilit. Bahkan orang yang kerja berat, berada di suhu ekstrim panas atau dingin juga masih harus menahan laparnya. Yang saya maknai selama ini ketika orang merasakan lapar, ia jadi bisa berempaty dan bersyukur. Bisa merasakan betapa tidak enaknya... Continue Reading →

Lagi-lagi

Lagi-lagi aku merasa sendiri. Tapi sejak kapan aku tidak sendiri? Baru kemarin aku bersama ibu, cuma sebentar lalu ia pergi lagi. Lagi-lagi.. Seperti biasanya saat aku pulang ke rumah. Baru sejenak, lalu aku pergi lagi. Merantau lagi, berpisah lagi. Lagi-lagi.. Seperti hidup biasanya, bahagia sesaat lalu muncul kesedihan. Masalah datang bertubi-tubi, lalu tenang kemudian. Tapi... Continue Reading →

Rumah Baca, Rumah Belajar Sejuta Ilmu

Dari luar seakan hanya rumah biasa, namun begitu saya memasuki pekarangannya, ada berbagai jenis pepohonan dan nampak buku-buku tersusun rapi di sekeliling teras. Akhirnya saya tiba di Taman Baca yang lebih dari sekedar tempat membaca. Teh Herni, pendiri taman baca Kai Cantigi menyambut kedatangan saya hari itu dengan ramah . Saya sudah punya firasat, bahwa... Continue Reading →

Bertahan atau Jadi Mantan?

Mantan ada karena perpisahan terjadi. Perpisahan terjadi karena letupan sebuah peristiwa, bisa perselisihan, kesepakatan yang telah berakhir atau perbedaan pendapat. Ada perpisahan yang terjadi secara baik-baik, namun ada pula yang dihiasi dengan bersitegang dan berseteru. Secara santun atau tidak, perpisahan akan menyakitkan.

Di Sepertiga Malam

Bertanyalah di sepertiga malam yang sunyi Mengapa masalah tak pernah putus Mengapa seolah dunia begitu banyak musuh   Bercerminlah di saat fajar kembali di ufuk Adakah yang salah itu dari luar atau berada di batin   Gunakan mata hati dan logika dalam kerendahhatian Adakah segala pembuktianmu sudah valid? Atau kau sedang menghukum anak manusia tak... Continue Reading →

Terserah Saja

Aku ini memang cuma umat yang awam Pembelajar yang tak pernah berhenti mencari dan berdialektika Bukan alim ulama atau pemimpin revolusioner Sekedar menyampaikan yang aku tahu tanpa memaksa orang harus mau Orang bisa tak setuju atau mengoreksi Tapi tak harus pakai caci dan mengintimidasi Tapi kalau maunya begitu, ya tidak apalah Memang siapa aku yang... Continue Reading →

Kata yang Tak Pernah Sampai

Aku tahu surat ini tidak akan pernah sampai padamu, tapi aku tetap menulisnya. Barangkali gelombang listrik dapat mengantarkan getarannya ke hatimu. Saat kau menyalakan komputermu dan menyambungkan jaringan internetmu..entah bagaimana caranya, kau bisa mengingatku. Mungkin sampai kau tanpa sadar mengetikkan namaku dalam google search. Seperti itulah, kita tak pernah sadar tentang perasaan satu sama lain,... Continue Reading →

Blog at WordPress.com.

Up ↑