Masih Menilai sesuatu dari cover?

Jangan nilai sesuatu dari tampilan luar. Tapi ayo coba jujur, tampilan luar masih mendominasi penilaian kita dalam kehidupan sehari-hari kan? Kalau di jalan atau di public transportation misalnya, ketemu dengan sekelompok wanita bercadar hitam-hitam atau ketemu pria bertato pakai celana jeans sobek-sobek. Apa yang pertama terlintas dalam pikiran kamu? curiga? tak nyaman? Padahal kita belum... Continue Reading →

Advertisements

Tangan-tangan karya

Biarlah tangan sebagaimana adanya diciptakan. Tangan yang terus bergerak dalam karya. Karir, karya ... segala usaha ini bukan soal mengejar gengsi, apalagi soal harga diri dan kehormatan di hadapan manusia. Manusia bisa datang mendekat tapi juga bisa sekejap pergi bahkan menyisakan caci maki. Segala usaha ini adalah ikhtiar memantaskan diri di hadapan Allah. Menjadi manusia... Continue Reading →

Nafas Dakwah

Saya selalu salut dengan orang yang memutuskan hijrah, seberapa pun masa lalunya. Perjuangan mereka menjemput hidayah sungguh luar biasa. Tidak hanya itu, seseorang yang memutuskan berhijrah berani menanggung resiko yang cukup besar. Kalau bukan orang yang kuat mental, siap berkorban dan berani melawan arus, sudah tentubtak sampailah mereka berhijrah. Dan saya lebih-lebih salut lagi dengan... Continue Reading →

Malam Panjang Hamba

Ini adalah kisah tentang hari-hari panjang seorang hamba Tentang malam sepuluh ribu satu Dalam tanya dan dialektika Dalam makna dan pencarian Demi satu misi terbesarnya, pulang dengan selamat Ternyata yang ia temui sungguh rumit Ditemunya banyak yang menghadirkan konsep kebenaran Ditawarkan padanya dalam aneka rupa, rasa, warna dunia. Semua berkata akan mengantarkannya ke surga. Ternyata... Continue Reading →

Kasih Putih (12)

Part 12: Cinta yang Memberi Bahagia Kinasih mengenang segala peristiwa yang pernah ia lewati. Sejak perkenalannya dengan Ksatria dahulu. Hari-hari yang telah dilewati bersama dengan Ksatria. Buatnya, masa-masa itu adalah masa yang paling indah. Dia juga mengingat segala harap cemasnya, sedih dan takutnya ia kehilangan Ksatria. Mencintai satu orang selama bertahun-tahun tanpa bisa mengungapkan bahkan... Continue Reading →

Kasih Putih (11)

Part 11: Dilema Besar Kinasih hanya menangis di sudut kamarnya. “Kenapa sekarang? Kenapa baru sekarang?” Berulang kali Kinasih menanyakan itu pada dirinya sendiri. Ada rasa bahagia ketika Ksatria bilang bahwa Ia mencintai Kinasih. Tetapi rasa itu sekarang justru tidak ada artinya, bahkan malah menyakitkan. Apa gunanya cinta itu terucap jika pada akhirnya tidak ada yang... Continue Reading →

Kasih Putih (10)

Part 10: Ungkapan Hati “Minggu ikut pengajian yuk, kamu kan udah lama nggak ikut pengajian,” Dewa memulai pembicaraan setelah semua anak-anak pengunjung taman baca pulang. “Boleh, temanya apa?” “Nih, ada teasernya. Aku kirim ke kamu ya. Coba cek Wa,” Kata Dewa sambil menekan gawainya. Kinasih lalu membuka notif Wa-nya, “Jangan Jatuh Cinta, tetapi Bangun Cinta.”... Continue Reading →

Kasih Putih (9)

Part 9: Memulai Hidup Baru Setelah pertengkaran dengan ksatria waktu itu, Kinasih memang sangat kecewa dan sakit hati dengan Ksatria. Tapi dia jauh lebih kecewa dengan dirinya sendiri. Rasa kecewanya terhadap dirinya sendiri jauh lebih besar daripada kecewanya terhadap Ksatria. “Semua ini salah gue, Ris. Harusnya emang gue ngomong sejak awal ke Ksatria. Masalah udah... Continue Reading →

Kasih Putih (8)

Part 8: Penyesalan Selalu Datang Terlambat Sejak pertengkaran dengan Kinasih, Ksatria terus saja kepikiran. Dia sebenarnya sangat merasa bersalah dan ingin segera minta maaf ke Kinasih. Tapi agaknya egonya terlalu tinggi. Ia tidak mau memulai untuk menghubungi Kinasih lebih dulu. Baginya, Kinasih juga yang salah karena sudah menyulut emosinya bahkan mengungkit hal yang tidak berhubungan... Continue Reading →

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑