Siman dan Nasi Bebek

"Man, Ayo makan nasi bebek di resto seberang!", ajak saya ke Siman suatu hari. "Saya makan di warteg sebelah aja, Mbak gan”, jawab Siman agak sungkan. Lucu juga kalau dengar Siman manggil saya ‘Mbak Gan’, katanya itu kepanjangan dari ‘Mbak Juragan’. “Lho, kenapa? Nggak apa-apa, tenang aja, saya yang traktir. Ayo, rame-rame sama anak-anak”, bujuk... Continue Reading →

Advertisements

Tak Pernah Sembuh

Perpisahan tanpa salam selamat tinggal, Saling cinta tanpa bisa saling sapa Adalah rindu yang tak pernah sembuh Adalah luka yang tak pernah kering Tapi cintaku tak juga luruh Diam-diam kupandang dirimu dari jauh Aku pun sudah merayu angin agar mengirimkan kabar terbaru tentangmu Bahkan mimpi telah menjadi pandora, Penyimpan potret wajah-wajahmu Meski kadang hanya fatamorgana... Continue Reading →

Hanya Diriku Saja

Betapa indahnya, orang-orang yang diberi nikmat menjadi jalan bagi sebuah kebaikan, apalah aku ini kadang aku iri mengapa tak menemukan kesempatan yang sama seperti mereka tapi sepertinya ini bukan tentang kesempatan aku yang terlalu abai seharusnya aku lebih teliti saat menyusuri jalan apakah ada diantara orang-orang di tepi jalan itu yang sedang kelaparan apakah ada... Continue Reading →

Kala Itu

Mengapa saat bingung, pena jadi pemulung memungut kata yang berserakan di relung-relung hati tapi kegelisahan tak sirna segelisah aku mencari posisi duduk yang enak tapi cuma gerak yang akhirnya membuat tubuhku gata-gatal lalu kata keluar cuma sedikit sedikit seperti air pam yang dikorupsi dari pagi aku di depan laptop yang bersanding dengan buku dan pena... Continue Reading →

Rindu Sudah Lewat

Lama sekali tak lagi kuucap kata dalam puisi Padahal rindu sempat sesak parah Tapi tak mampu kujelma kata Ah, aku jadi kehilangan momentum melankolis Padahal katanya rindu adalah saat terbaik untuk menulis puisi Ternyata sudah tak mempan buatku Rindu malah jadi penyumbat arteriku Mematikan sesaat, membunuh daya Rindu oh rindu Apakah kali ini karena rindu... Continue Reading →

Selintas Kenangan dari Masa Lalu

Pada akhirnya saya bisa memilih jalan saya dan tidak ada yang memaksakan pilihan lain kemudian. Kesabaran, keikhlasan dan kelembutan adalah kekuatan yang sangat besar. Kemenangan itu sesungguhnya bukan karena kita bisa menang dan benar dari orang lain, tapi karena menaklukan pikiran dan perasaan diri kita sendiri.

Lagi-lagi

Lagi-lagi aku merasa sendiri. Tapi sejak kapan aku tidak sendiri? Baru kemarin aku bersama ibu, cuma sebentar lalu ia pergi lagi. Lagi-lagi.. Seperti biasanya saat aku pulang ke rumah. Baru sejenak, lalu aku pergi lagi. Merantau lagi, berpisah lagi. Lagi-lagi.. Seperti hidup biasanya, bahagia sesaat lalu muncul kesedihan. Masalah datang bertubi-tubi, lalu tenang kemudian. Tapi... Continue Reading →

Di Sepertiga Malam

Bertanyalah di sepertiga malam yang sunyi Mengapa masalah tak pernah putus Mengapa seolah dunia begitu banyak musuh   Bercerminlah di saat fajar kembali di ufuk Adakah yang salah itu dari luar atau berada di batin   Gunakan mata hati dan logika dalam kerendahhatian Adakah segala pembuktianmu sudah valid? Atau kau sedang menghukum anak manusia tak... Continue Reading →

Terserah Saja

Aku ini memang cuma umat yang awam Pembelajar yang tak pernah berhenti mencari dan berdialektika Bukan alim ulama atau pemimpin revolusioner Sekedar menyampaikan yang aku tahu tanpa memaksa orang harus mau Orang bisa tak setuju atau mengoreksi Tapi tak harus pakai caci dan mengintimidasi Tapi kalau maunya begitu, ya tidak apalah Memang siapa aku yang... Continue Reading →

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑