Hanya Diriku Saja

Betapa indahnya, orang-orang yang diberi nikmat menjadi jalan bagi sebuah kebaikan, apalah aku ini kadang aku iri mengapa tak menemukan kesempatan yang sama seperti mereka tapi sepertinya ini bukan tentang kesempatan aku yang terlalu abai seharusnya aku lebih teliti saat menyusuri jalan apakah ada diantara orang-orang di tepi jalan itu yang sedang kelaparan apakah ada... Continue Reading →

Advertisements

Kala Itu

Mengapa saat bingung, pena jadi pemulung memungut kata yang berserakan di relung-relung hati tapi kegelisahan tak sirna segelisah aku mencari posisi duduk yang enak tapi cuma gerak yang akhirnya membuat tubuhku gata-gatal lalu kata keluar cuma sedikit sedikit seperti air pam yang dikorupsi dari pagi aku di depan laptop yang bersanding dengan buku dan pena... Continue Reading →

Rindu Sudah Lewat

Lama sekali tak lagi kuucap kata dalam puisi Padahal rindu sempat sesak parah Tapi tak mampu kujelma kata Ah, aku jadi kehilangan momentum melankolis Padahal katanya rindu adalah saat terbaik untuk menulis puisi Ternyata sudah tak mempan buatku Rindu malah jadi penyumbat arteriku Mematikan sesaat, membunuh daya Rindu oh rindu Apakah kali ini karena rindu... Continue Reading →

Selintas Kenangan dari Masa Lalu

Pada akhirnya saya bisa memilih jalan saya dan tidak ada yang memaksakan pilihan lain kemudian. Kesabaran, keikhlasan dan kelembutan adalah kekuatan yang sangat besar. Kemenangan itu sesungguhnya bukan karena kita bisa menang dan benar dari orang lain, tapi karena menaklukan pikiran dan perasaan diri kita sendiri.

Lagi-lagi

Lagi-lagi aku merasa sendiri. Tapi sejak kapan aku tidak sendiri? Baru kemarin aku bersama ibu, cuma sebentar lalu ia pergi lagi. Lagi-lagi.. Seperti biasanya saat aku pulang ke rumah. Baru sejenak, lalu aku pergi lagi. Merantau lagi, berpisah lagi. Lagi-lagi.. Seperti hidup biasanya, bahagia sesaat lalu muncul kesedihan. Masalah datang bertubi-tubi, lalu tenang kemudian. Tapi... Continue Reading →

Di Sepertiga Malam

Bertanyalah di sepertiga malam yang sunyi Mengapa masalah tak pernah putus Mengapa seolah dunia begitu banyak musuh   Bercerminlah di saat fajar kembali di ufuk Adakah yang salah itu dari luar atau berada di batin   Gunakan mata hati dan logika dalam kerendahhatian Adakah segala pembuktianmu sudah valid? Atau kau sedang menghukum anak manusia tak... Continue Reading →

Terserah Saja

Aku ini memang cuma umat yang awam Pembelajar yang tak pernah berhenti mencari dan berdialektika Bukan alim ulama atau pemimpin revolusioner Sekedar menyampaikan yang aku tahu tanpa memaksa orang harus mau Orang bisa tak setuju atau mengoreksi Tapi tak harus pakai caci dan mengintimidasi Tapi kalau maunya begitu, ya tidak apalah Memang siapa aku yang... Continue Reading →

Kata yang Tak Pernah Sampai

Aku tahu surat ini tidak akan pernah sampai padamu, tapi aku tetap menulisnya. Barangkali gelombang listrik dapat mengantarkan getarannya ke hatimu. Saat kau menyalakan komputermu dan menyambungkan jaringan internetmu..entah bagaimana caranya, kau bisa mengingatku. Mungkin sampai kau tanpa sadar mengetikkan namaku dalam google search. Seperti itulah, kita tak pernah sadar tentang perasaan satu sama lain,... Continue Reading →

Saat Kau Punya Kuasa

Pada saat kamu menjadi rakyat, kamu selalu berseru, "Kami adalah rakyatmu, kamu harus dengarkan kami! Kamu harus akomodir kepentingan kami semua!" Kemudian kamu mulai menjadi elit, kamu berteriak, "Kami akan mengakomodir kepentingan kalian semua". Kenyataanya kamu hanya bisa mengakomodir sebagian, mementingkan sebagian. Kamu mendengar yang ingin kamu dengar Kamu peduli pada sesuatu yang menyangkut kepentinganku... Continue Reading →

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑