Awal Mula (2)

TANTANGAN FIKSI : DESKRIPSI Rumah sudah jadi ilusi rinduku. Aku tak tahu pasti, apakah aku benar-benar rindu ataukah hanya rasa sungkan yang membuatku tetap mengunjungi rumah ini. Bisa jadi karena tak kutemukan yang paling mungkin lagi disebut rumah selain tempat ini. Dulu sewaktu masih SD, aku sangat ingin tinggal dan menetap di sini, selamanya, seumur... Continue Reading →

Advertisements

Awal Mula (1)

TANTANGAN FIKSI : DESKRIPSI .......................................................... "Kapan kamu pulang ke rumah?" Pertanyaan yang tidak pernah alpa setiap kali kuterima telepon dari keluarga Jogja. Rumah yang disebut itu adalah bangunan tua berumur empat puluhan tahun. Tidak setua bangunan kuno Belanda. Tapi rumah berdinding kayu dan bambu itu terlihat rapuh daripada bangunan Belanda paling kuno sekalipun. Sudah ada... Continue Reading →

Awal Mula

Seluruh kehidupan manusia bermula dari rumah. Bahkan sebelum manusia lahir ke bumi, mereka mendiami rumah air. Meski begitu, rumah tempat berkembangnya janin itu tidak dingin tapi justru hangat. Rumah itu nampak begitu kecil, tapi tak membuat sesak penghuninya. Nyaman dan penuh cinta. Sesungguhnya, aku tak pernah benar-benar ingat bagaimana suasana di dalam rahim. Aku cuma... Continue Reading →

Senja Tanpa Daya

Seandainya senja dapat membelah jarak Memotong dimensi dan memisahkan tautan nasib Seandainya senja dapat menembus waktu Membuat lorong pintas Membawa asa sampai di titik tujunya Namun senja masih sama Seperti yang kulihat sejak semula Senja yang cuma bisa memaparkan bayangan dan ingatan berserakan Menatarku dalam candu rindu Setelahnya tak terjadi apa-apa Danau UI, 30 Maret... Continue Reading →

Tangan-tangan karya

Biarlah tangan sebagaimana adanya diciptakan. Tangan yang terus bergerak dalam karya. Karir, karya ... segala usaha ini bukan soal mengejar gengsi, apalagi soal harga diri dan kehormatan di hadapan manusia. Manusia bisa datang mendekat tapi juga bisa sekejap pergi bahkan menyisakan caci maki. Segala usaha ini adalah ikhtiar memantaskan diri di hadapan Allah. Menjadi manusia... Continue Reading →

Kasih Putih (3)

Variable paling penting untuk menjaga titik keseimbangan adalah jarak. Seperti menjaga agar segitiga tetap menjadi segitiga, maka jarak antara satu titik dengan titik lain haruslah proporsional. Tidak boleh lebih dekat atau lebih jauh, pun tak boleh melenceng. Seperti itulah Kinasih merasa harus menjaga titik keseimbangan segitiga.

Kasih Putih (2)

“Ah, kenapa tidak seperti di novel atau film pertemuan dua orang setelah berpisah selama 10 atau 14 tahun. Kenapa baru 3 tahun 5 hari aku sudah ketemu lagi sama anak itu lagi!”

Kasih Putih (1)

Kinasih bahkan sempat berpikir, bahwa anak laki-laki itu mungkin adalah malaikat penangkap bola. Malaikat khusus yang dikirimkan Tuhan untuk menangkapkan bola untuknya, mengurangi letihnya walau hanya sedikit. “Oh, so sweet,” Kinasih meringis sendiri mengingat hal itu.

Melodi Perjuangan (Tamat)

Ada kalanya, tidak semua masalah harus benar-benar selesai. Tidak semua pertanyaan harus terjawab. Mungkin butuh momentum yang tepat atau sebenarnya kondisi yang terjadi sudah merupakan jawaban itu sendiri. Allah sedang menguji apa yang sebenarnya menjadi dasar dari pilihan hidup kita.

Blog at WordPress.com.

Up ↑