Bantuin Cari Jodoh dong!

“Assalamu’alaikum, mbak.” Bunyi chat wa dari seorang ikhwan yang lama sekali tidak berjumpa. Aku dah mbatin, ngapain nih orang nggak ada angin apalagi badai tiba-tiba menghubungi. Pasti ada maksud dan tujuan, ya iyala ya mana ada di dunia ini orang nggak punya maksud, hehe. Dan setelah pembicaraan agak berputar-putar, tanya aku tinggal dimana, usaha apa, kabar temen-temen lain gimana, ia pun dengan malu-malu mengutarakan ‘the main point’.

“Mbak, mbak kan punya temen banyak, pergaulannya luas, sering ikut kegiatan macem-macem … aku pengen segera nikah mbak, barangkali mbak ada temen yang bisa dikenalin ke saya. Ya, namanya juga ikhtiar mbak.” Nah, kan.

“Oalah, mas. Kriteria sampeyan kayak gimana?” Tanyaku tanpa pake cie cie.

“Yang cantik, putih, tinggi, baik, pinter mbak.”

Glekkk, ‘bidadari dari surga ini yang dicari’ batin saya. “Tapi kalau pinter itu kan relatif ya mas, pinter dalam hal apa, standar pinternya gimana.”

“Hmm.. nggak terlalu pinter nggak apa-apa sih, mbak. Yang penting cantik. Nanti kalau pinter malah susah diatur.”

“Kalau gitu cari model aja, mas. Pasti cantik-cantik itu. Atau pramugari.” Cuma aku ya nggak tahu, mereka mau nggak sama situ, saya mbatin lagi. Tidak bijak kalau disampaikan.

“Hehe..ya saya kan lagi ikhtiar minta tolong ke sampeyan, siapa tahu sampeyan ada yang lebih baik.”

“Oh, oke mas. Trus standar cantiknya piye mas? Itu juga kan relatif. Nanti menurut saya udah cantik, eh buat sampeyan belum.”

Lalu dia mengirimkan foto mantannya. “Itu mbak, foto mantan saya yang kemarin nggak jadi nikah sama saya.”
.
‘Wuaayu e jeh, tapi kok bisa nggak jadi nikah ya’ tapi ya itu cuma tak batin saja. Aku ini bukan tipe kepoan sama urusan orang. Nanti kalau tak tanya, bisa jadi buka konsultasi relationship.

“Oke mas. Oiya, Bisa ikut kajian-kajian pra nikah juga mas, biasanya memfasilitasi juga untuk taaruf.”

“Sudah saya coba semua, mbak. Makanya ke mbak ini juga dalam rangka ikhtiar, saya coba semua. Saya pengen segera menikah, mbak.”

“Oke oke mas, nanti kalau ada saya info ya.”

“Oke, makasih lho mbak. Oiya, diutamakan dari jawa tengah ya mbak, tapi mau diajak tinggal di Jakarta. Kalau sudah tinggal di Jakarta lebih enak.

Setelah chat itu berakhir, aku lantas berpikir kira-kira siapa temanku yang sesuai kriteria tadi. Kebetulan memang ada beberapa teman wanita yang lagi jomblo dan juga ingin menikah. Beberapa saat berpikir, nemu dua orang yang kira-kira cocok. Tapi setelah aku pikir lagi, temenku yang pinter, tinggi, putih, wuayu itu apa ya mau ya sama temanku yang cowok tadi. Apalagi kalau dia tahu si cowok pasang kriteria seperti itu. Entahlah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: