Bantuin Cari Jodoh dong!

“Assalamu’alaikum, mbak.” Bunyi chat wa dari seorang ikhwan yang lama sekali tidak berjumpa. Aku dah mbatin, ngapain nih orang nggak ada angin apalagi badai tiba-tiba menghubungi. Pasti ada maksud dan tujuan, ya iyala ya mana ada di dunia ini orang nggak punya maksud, hehe. Dan setelah pembicaraan agak berputar-putar, tanya aku tinggal dimana, usaha apa,... Continue Reading →

Advertisements

Awal Mula (Tamat)

Tantangan Fiksi : Deskripsi Pohon sawo yang kuceritakan sebelumnya itu tidak pernah membuat keluarga kami kaya dalam materi. Setiap ada sanak kerabat penduduk desa yang datang dari Jakarta dan kota-kota besar lainnya, mereka selalu bertanya, "Sawonya ada?" Bahkan ada yang mau memborong, membeli semuanya. Berapa karung pun akan dibawa. Tapi Nenekku tidak mau. "Silakan kalau... Continue Reading →

Nafas Dakwah

Saya selalu salut dengan orang yang memutuskan hijrah, seberapa pun masa lalunya. Perjuangan mereka menjemput hidayah sungguh luar biasa. Tidak hanya itu, seseorang yang memutuskan berhijrah berani menanggung resiko yang cukup besar. Kalau bukan orang yang kuat mental, siap berkorban dan berani melawan arus, sudah tentubtak sampailah mereka berhijrah. Dan saya lebih-lebih salut lagi dengan... Continue Reading →

Malam Panjang Hamba

Ini adalah kisah tentang hari-hari panjang seorang hamba Tentang malam sepuluh ribu satu Dalam tanya dan dialektika Dalam makna dan pencarian Demi satu misi terbesarnya, pulang dengan selamat Ternyata yang ia temui sungguh rumit Ditemunya banyak yang menghadirkan konsep kebenaran Ditawarkan padanya dalam aneka rupa, rasa, warna dunia. Semua berkata akan mengantarkannya ke surga. Ternyata... Continue Reading →

Kasih Putih (12)

Part 12: Cinta yang Memberi Bahagia Kinasih mengenang segala peristiwa yang pernah ia lewati. Sejak perkenalannya dengan Ksatria dahulu. Hari-hari yang telah dilewati bersama dengan Ksatria. Buatnya, masa-masa itu adalah masa yang paling indah. Dia juga mengingat segala harap cemasnya, sedih dan takutnya ia kehilangan Ksatria. Mencintai satu orang selama bertahun-tahun tanpa bisa mengungapkan bahkan... Continue Reading →

Kasih Putih (11)

Part 11: Dilema Besar Kinasih hanya menangis di sudut kamarnya. “Kenapa sekarang? Kenapa baru sekarang?” Berulang kali Kinasih menanyakan itu pada dirinya sendiri. Ada rasa bahagia ketika Ksatria bilang bahwa Ia mencintai Kinasih. Tetapi rasa itu sekarang justru tidak ada artinya, bahkan malah menyakitkan. Apa gunanya cinta itu terucap jika pada akhirnya tidak ada yang... Continue Reading →

Kasih Putih (10)

Part 10: Ungkapan Hati “Minggu ikut pengajian yuk, kamu kan udah lama nggak ikut pengajian,” Dewa memulai pembicaraan setelah semua anak-anak pengunjung taman baca pulang. “Boleh, temanya apa?” “Nih, ada teasernya. Aku kirim ke kamu ya. Coba cek Wa,” Kata Dewa sambil menekan gawainya. Kinasih lalu membuka notif Wa-nya, “Jangan Jatuh Cinta, tetapi Bangun Cinta.”... Continue Reading →

Kasih Putih (9)

Part 9: Memulai Hidup Baru Setelah pertengkaran dengan ksatria waktu itu, Kinasih memang sangat kecewa dan sakit hati dengan Ksatria. Tapi dia jauh lebih kecewa dengan dirinya sendiri. Rasa kecewanya terhadap dirinya sendiri jauh lebih besar daripada kecewanya terhadap Ksatria. “Semua ini salah gue, Ris. Harusnya emang gue ngomong sejak awal ke Ksatria. Masalah udah... Continue Reading →

Kasih Putih (8)

Part 8: Penyesalan Selalu Datang Terlambat Sejak pertengkaran dengan Kinasih, Ksatria terus saja kepikiran. Dia sebenarnya sangat merasa bersalah dan ingin segera minta maaf ke Kinasih. Tapi agaknya egonya terlalu tinggi. Ia tidak mau memulai untuk menghubungi Kinasih lebih dulu. Baginya, Kinasih juga yang salah karena sudah menyulut emosinya bahkan mengungkit hal yang tidak berhubungan... Continue Reading →

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑