Awal Mula

Seluruh kehidupan manusia bermula dari rumah. Bahkan sebelum manusia lahir ke bumi, mereka mendiami rumah air. Meski begitu, rumah tempat berkembangnya janin itu tidak dingin tapi justru hangat. Rumah itu nampak begitu kecil, tapi tak membuat sesak penghuninya. Nyaman dan penuh cinta.

Sesungguhnya, aku tak pernah benar-benar ingat bagaimana suasana di dalam rahim. Aku cuma membacanya dari buku-buku. Entah kenapa ingatan manusia tiba-tiba lenyap saat kepalanya menyembul keluar, turun ke bumi.

Lalu, apakah rumah pertama manusia adalah rahim? Ataukah serupa kisah Adam dan Hawa yang bermula dari surga? Apakah rumah pertama manusia adalah surga?

Rumah adalah tempat paling absurd buatku. Aku dilahirkan di sebuah pelosok kabupaten di Yogyakarta, tapi sejak baru bisa berjalan, sudah dibawa ibu merantau ke Klaten. Lalu entah bagaimana, ingatan yang tersisa adalah kehidupan di kota Surabaya. Tinggal di sebuah keluarga Tionghoa yang asing.

Dan sekarang, sudah hampir tiga tahun aku tinggal di kota Jakarta, Ibu dari semua kota di Indonesia. Setelah sebelumnya juga pernah tinggal di Bogor dan Karawang.

Setiap kali memijakkan kaki di suatu kota, aku kira itu adalah labuhan terakhir. Kota di mana akan membuatku tinggal menetap dan bisa menyebutnya sebagai rumah. Tapi bahkan setelah mulai bersahabat dengan kerasnya kota Jakarta, tetap saja aku ragu menyebut tempat tinggal ini sebagai rumah. Mungkin karena aku cuma tinggal di sebuah kontrakan, bukan bersertifikat SHM. Tapi banyak yang bertempat tinggal di bangunan yang statusnya masih kredit, mereka sudah dengan entengnya menyebut sebagai rumahnya.

Jadi rumah itu tentu bukan soal SHM atau HGB, bahkan masih berstatus kredit pun tak berpengaruh. Lalu apa hakikatnya rumah itu? “Tempat di mana kita pulang,” kata Siman suatu ketika.

Tapi apa itu pulang? Semenjak titik mula perantauanku, tak pernah lebih dari seminggu, aku tinggal di tempat kelahiranku itu. Hanya datang setahun dua kali, bahkan pernah hanya sekali setahun. Tak ubahnya seperti tempat wisata atau hotel yang kukunjungi di musim liburan.

Apakah rumah adalah bangunan yang ada untuk ditinggalkan dan hanya ditengok sesekali?

#Onedayonepost #kelasfiksiODOPbatch5

Advertisements

9 thoughts on “Awal Mula

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: