Dua Bulan Bersama ODOP

Pertemuan adalah pertautan nasib, saling mempengaruhi roda hidup mereka yang dipertemukan bahkan mengikat. Pertemuan bukan sekedar sekilas lewat dan rutinitas biasa dalam hidup. Pertemuan buatku bahkan adalah suatu rizki yang begitu luar biasa.

Aku adalah penikmat dan penyanjung pertemuan. Dengan siapa pun di setiap harinya. Pertemuan-pertemuan yang kadang nampak biasa, tapi terkadang menjadi hal yang luar biasa. Meski tidak merubah nasib tiba-tiba, tapi bisa menjadi titik pemantik yang mengubah sudut pandang, gerak dan cara hidup di masa mendatang.

Pertemuan dengan ODOP adalah salah satu rizki yang sangat aku syukuri. Salah satu yang signifikan memberi perubahan dalam diriku. Ibarat jatuh cinta, aku sudah bertahun-tahun memendam cinta tapi tak pernah berani menyatakan apalagi action lebih jauh. Nah, aku juga memendam cinta dengan dunia kepenulisan, tapi tak pernah berani membangun mimpi menjadi penulis.

ODOP membuatku bangun, terjaga di banyak malam untuk mengetik kata demi kata. Nulis review, bikin cerpen, bikin cerbung, tulisan yang dulu hampir tak sekali pun pernah kubuat.

Ada hal yang penting, yang membuat aku bisa bertahan sejauh ini untuk ikut ODOP. Sistem di ODOP yang ada tantangan tiap minggunya, materi dua kali seminggu, adanya grup kecil yang bikin kita lebih deep interaction bikin mood booster banget buat nulis. Di grup kecil, ada kelas bedah tulisan yang bikin kita nggak cuma sekedar latihan nulis tapi juga belajar mencermati, mengoreksi dan menghargai sebuah tulisan.

Buatku, semua sistem itu sangat signifikan menambah ilmu dan kemampuan menulis. Just Online, tapi kerasa banget perkembangannya. Itu juga berkat para pengurus dan senior ODOP yang tersebar di semua grup. Mereka dermawan untuk berbagi ilmu, humble … nggak merasa lebih pinter dari peserta pemula. Pokoknya benar-benar asyik dan bikin betah.

Meski kadang harus scrooll panjang, mencari hal-hal penting untuk dikasih bintang, supaya bisa terus diingat dan dipelajari. Kadang capek juga, kalau harus manjat chat karena ketumpuk dengan obrolan-obrolan dari semua planet. Tapi no big problem, itu menunjukkan grup itu benar-benar hidup dan ada kebersamaan di antara penghuninya.

Terimakasih untuk manusia-manusia yang sudah melahirkan ODOP dan secara konsisten menghidupkan grup literasi ini. Kalian sungguh luar biasa! mau lelah-lelah merekap, berbagi ilmu dan menghidupkan komunitas menulis seperti ini. Semoga dari setiap postingan anggota ODOP yang bermanfaat, bisa mengalir pahalanya ke para pengurusnya.

Akhir kata, maafkan aku … murid yang sering duduk di pojok dekat jendela. Sering terlambat, bahkan bolos. Tapi sungguh proud to be part of you … ODOP … i lop yu pull pokoknya.

#Onedayonepost #ODOPbatch5 #Penutupan

Advertisements

10 thoughts on “Dua Bulan Bersama ODOP

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: