Nafas Dakwah

Saya selalu salut dengan orang yang memutuskan hijrah, seberapa pun masa lalunya. Perjuangan mereka menjemput hidayah sungguh luar biasa.

Tidak hanya itu, seseorang yang memutuskan berhijrah berani menanggung resiko yang cukup besar. Kalau bukan orang yang kuat mental, siap berkorban dan berani melawan arus, sudah tentubtak sampailah mereka berhijrah.

Dan saya lebih-lebih salut lagi dengan agen-agen dakwah yang tak henti menggemakan Islam sampai ke ruang-ruang gelap kehidupan. Mereka berjalan dalam sunyi bahkan membahayakan nyawa mereka sendiri. Mengenalkan Islam kepada siapa pun yang jngin menemukan cahaya sejati.

Agen-agen dakwah ini berdakwah tanpa pilih-pilih, sejauh apa pun, seberat apa oun medan dakwahnya. Mereka yakin, Islam akan masuk ke dalam hati siapa saja yang sedang mencari jalan kebenaran.

Maka dakwah itu sudah pasti lembut mengajak dan teduh merangkul. Tidak ada dakwah yang pilih kasih. “Dia sudah hina berlumur dosa, sudah tak bisa diajak ke jalan yang benar!” Tidak, da’i tak pernah putus asa atas hidayah.

Sebagaimana Allah tak pernah menutup pintu taubat bahkan untuk mereka yang belum sampai pada tempat hijrahnya. Selama telah teguh sungguh hatinya pada tujuan hijrahnya, Allah buka selebar-lebarnya pintu taubatnya.

Maka, sudah pasti kita yang manusia biasa ini hanya pengemban amanah. Menyampaikan ayat tentang kabar gembira dan peringatan. Selagi masih ada manusia hidup, dakwah terus bergerak. Selama nafas masih di badan, dakwah turut dalam hembusannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: