Mengejar Sempurna

Bagi kita yang pedagang atau pembuat produk, pasti merasakan bagaimana membuat produk yang perfect di mata customer. Makin terasa gelisah kalau kita dikomplain cuma gara-gara kesalahan sedikit saja. Apalagi kalau kita memasukkan barang ke toko besar atau marketplace yang professional, benar-benar produk harus sempurna!

Tapi nggak semua customer itu garang, ada juga yang maklum dengan masih melihat 99 kebaikan dibanding 1 kesalahan. Kita juga masih bisa melihat sisi positif dari komplain pelanggan. Keluhan yang kita terima sebenarnya juga masukan untuk perbaikan produk. Kita jadi bisa belajar dari kesalahan, memperbaiki dan semakin meningkatkan kualitas produk dan layanan.

Saya sebenarnya nggak baper soal customer yang komplain, tapi saya mendadak terpikir hal lain. Kalau di dunia ini, customer saja tidak mau menerima sedikit cacat dari produk kita, apalagi Allah dalam menimbang amalan kita. Kalau customer adalah raja, maka Allah adalah Maha raja tak tertandingi. Harusnya kita berikan yang jauh lebih perfect dari sekedar apa yang kita lakukan untuk manusia.

Tapi justru karena komplain Allah tak langsung seperti teguran customer, kita merasa santai aja. Masih enakkan kalau customer komplain, bisa langsung kita evaluasi dan perbaiki. Lhah, kalau soal amalan, kita merasa lempeng saja, baik-baik saja tapi tahu-tahu pas di akherat catatan amalnya ternyata banyak dosa, celakalah kita!

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: ‘Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya.’ Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun. (QS. Al-Kahfi: 49)

Tapi saya yakin, Allah tidak membiarkan hambaNya jauh tersesat. Ia senantiasa mencolek kita jika keluar jalur. Memberikan teguran-teguran kecil agar kita mengingat Allah dan melakukan evaluasi diri. Maka harus pekalah kita menangkap sinyal itu, agar tak jauh melenceng. Jangan sampai Allah menurunkan azab atau badai besar karena kita tak juga sadar dengan teguran-teguran kecil.

Kita memang manusia yang tak pernah bisa sempurna, tapi dalam menghamba padaNya, kita harus terus mengejar kesempurnaan. Kalaupun tak pernah bisa sempurna, setidaknya kita telah memberikan yang terbaik untukNya.

 

#onedayonepost #ODOPbatch5 #pekan5day31

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: