Cinta tanpa Pamrih

Adalah engkau yang mengajariku mengeja cinta setiap hari
Memaknai cinta pada jarak 767 km dalam rentang satu dasawarsa,bahkan lebih dari itu
Merasakan cinta dalam kekosongan dan perpisahan
Aku belajar tentang cinta lewat kata yang tak semua tertuang dalam ‘chatting’ dan tersendat sinyal
Pada kado-kado yang kuterima lewat jauh dari hari ulang tahunku
Bahkan pada nada kesal dan keluhan

Cinta itu kuterima bukan dalam kata dan pelukan
Bukan dongeng yang harus kudengar menjelang tidur
Cinta itu ada pada tangan yang dari sebelum subuh hingga tengah malam bekerja
Cinta itu ada pada kaki yang hilir mudik mengerjakan perintah
Kadang kau berjalan pelan, kadang berlari terburu-buru
Cinta itu memuncak pada rindu yang tertahan, sebab perjumpaan masih tertunda

Adalah engkau yang mengajariku melafadzkan cinta dengan benar
Bukan dengan kata, tapi memberi bahagia meski diri sendiri harus remuk
Bahkan tak memiliki, kau masih terus memberikan cinta
Hingga mungkin sampai nanti di akhir kau masih tak meminta balas apapun
Hanya cinta yang terus kau alirkan

Ibu…ijinkan kuiris sepotong cahaya cintamu itu
Kusematkan di ruang hatiku
Agar cinta sepertimu juga kumiliki
Agar cintaku adalah hanya memberi bahagia
Tanpa perhitungan balas dan untung rugi
Dan tidak patah meski diriku sendiri harus remuk

 

 

#onedayonepost

#odopbatch5

#pekan3day21

 

 

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Cinta tanpa Pamrih

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: