Sia-sia Jadi Makna

Pernah nggak ngerasa usaha yang dilakuin sia-sia? Udah kerja keras, bertahun-tahun pula. Eh, ternyata nggak nampak hasilnya. Udah habis waktu, tenaga, pikiran, uang. Tapi hasilnya zero.

Pernah ngerasa juga, nggak? Udah ngelakuin berbagai macam usaha dan menempuh perjalanan jauh. Berkali-kali pindah kosan bahkan kota. Pindah kerjaan bahkan beda bidang. Ternyata pada akhirnya membawa kita kembali ke titik awal. Yang selama ini kita cari ternyata ada di titik itu. Trus ngapaian buang-buang waktu dan muter-muter ternyata ‘going back to the start’ ?

Kadang kita bahka suring kan, nyalahin diri sendiri. Hal itu nggak sadar membuat mental kita down, jatuh sampe nyungsep ke jurang. Lalu sering berandai-andai, “Seandainya dulu..seandainya waktu itu..seandainya..,” ah..seandainya nggak pernah bisa bikin mesin waktu. Ribuan andai takkan mengembalikan keadaan.

Dalam situasi seperti itu, yakinkan pada diri dan katakan,”Alhamdulillah, terimakasih Sang Maha pemberi hidup, terimakasih atas semua hal yang terjadi. Dengan begitu aku belajar, menjadi tahu, dan tak henti memperbaiki diri.”

Kalau kata Banda Naira dalam salah satu lagunya, “Yang sia-sia, pasti jadi makna.” Ini perlu kita resapi maknanya. Mata air di kaki Ismail muncul setelah Siti Hajar bolak-balik 7 kali Shafa-Marwah. Lalu apa perjalanan Siti Hajar sia-sia? Mungkin kalau kita lihat kejadian semacam itu, kita akan mikir, “Ngapain 7 kali bolak-balik, wong yang dicari adanya di tempat awalnya.”

Tetapi justru dari peristiwa tersebut terdapat hikmah yang besar. Mungkin di dalam ilmu manajemen strategis atau teori manajemen manapun, tindakan seperti yang dilakukan Siti Hajar itu sungguh sia-sia. Tidak berdasarkan analisa dan perhitungan yang matang. Sehingga ia harus buang-buang waktu, tenaga dan hasilnya meleset.

Mungkin kalau dilihat dari sudut pandang manajemen strategis ala-ala ilmuwan populer, tindakan semacam itu tidak efektif dan efisien. Tapi buat saya apa yang dilakukan oleh Siti Hajar adalah tindakan paling strategis dan realistis. Dalam situasi yang sama sekali ‘buta’ tentang apa yang ada di sekitarnya dan yang akan datang. Tidak tahu mau berjalan ke arah mana dan apa yang akan dilakukan. Ia melakukan apa saja yang paling mungkin dilakukan, sambil memelas pada Sang Maha Kuasa. Dia terus bergerak, tidak menunggu, tidak pula putus asa dan memaki.

Lalu apa yang nampaknya tak ada hasil, kosong, pada akhirnya bermakna. Allah menunjukkan jalan keluar dari arah yang tidak disangka.

Begitulah hidup harus dijalani. Kita hanya butuh terus bergerak dan percaya Allah Maha Besar. Di dalam kuasaNya seluruh langit bumi dan isiNya. Jika Ia berkehendak, maka jadilah segala yang dikehendakiNya.

Mata air itu mungkin berada di tanah pijak awalmu, yang sama sekali tak kau perhitungkan selama ini – Sangkila.

 

#onedayonepost

#odopbatch5

#pekan3hari16

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: