3 Manfaat Positif Menulis

“Proses menulis dan tulisan itu harus memberi pengaruh positif pada penulisnya dulu, sebelum pada pembacanya.” Itu menurut pendapat saya. Dulu saya sangat ingin tulisan saya bisa memberi manfaat untuk orang lain. Tapi sekarang, saya lebih fokus untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dengan menulis. Karena ternyata setelah mengikuti salah satu challenge menulis setiap hari selama 30 hari, manfaat terbesar terjadi pada saya sendiri.

Paling tidak, ada tiga manfaat signifikan yang paling saya rasakan. Pertama, menulis membuat saya lebih peka terhadap segala yang ada di sekeliling saya. Karena setiap hari harus menulis, saya selalu cari ide untuk tema tulisan. Proses mencari ide itu bisa di mana saja, dari pagi hingga tengah malam. Kalau biasanya saya naik motor lempeng aja, pengen langsung sampe ke tempat tujuan, sekarang saya selalu pasang radar sepanjang jalan. Kalau ada yang bicara, saya selalu pasang perhatian lebih. Berharap saya bisa menemukan inspirasi dari sana.

Kedua, menulis menambah perhatian saya pada detail. Saya ini karakter orang yang lebih suka substansi. Intinya apa, udah itu saja sudah cukup. Saya tidak terlalu peduli dengan detail. Tapi dengan menulis, saya jadi perhatian dengan detail. Tulisan tidak seperti video. Di dalam tulisan, kita harus menjelaskan semuanya dengan kata. Dan kita harus memastikan kata-kata itu bisa menghadirkan apa yang diceritakan secara nyata dalam pikiran pembaca. Maka detail sangat penting sekali.

Ketiga, menulis membuat wawasan saya semakin bertambah. Karena tertuntut untuk menulis setiap hari, maka saya harus punya bahan-bahan yang cukup. Ibarat koki, saya harus punya bahan untuk memasak setiap hari. Sebagai penulis, berarti saya harus membaca, mendengar, mengamati untuk bisa mendapatkan bahan-bahan tulisan saya.

Saya bisa membaca topik lintas bidang, bahkan seperti fisika, kimia, biologi, geografi yang merupakan mata pelajaran paling tidak saya sukai saat SMA. Meski tidak semua menjadi bahan tulisan, tapi saya sampai baca tentang komponen bumi, proses terjadinya gempa dan gunung meletus, bolak-balik ngecek kamus bahasa Indonesia dan Inggris. Kadang berjam-jam capek membaca tapi tidak kunjung bisa menyusun sebuah tulisan yang matang.

Bagaimanapun lelahnya, untuk tujuan menulis semua jadi asik dilakukan. Meski tidak terlihat hasilnya saat ini. Paling tidak, saat ini saya belajar untuk disiplin dan konsisten untuk menulis. Tata bahasa yang masih kacau, tulisan acak yang jauh dari sistematis, isi yang tidak berbobot dan jauh dari menginspirasi. Tapi dengan menulis, saya akan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

#onedayonepost

#odopbatch5

#pekan2

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: