Sedekah Dua Menit di Jalan

Saat berkendara dalam perjalanan pulang suatu hari, Saya dikagetkan oleh bunyi klakson yang bersahutan dari para pengendara motor. Di sisi berlawanan dari yang saya lewati ada antrian pendek sepeda motor. Tidak terlalu panjang,  hanya 3 meter. Ternyata sebabnya ada pengendara sepeda ontel yang berhenti. Bapak berumur paruh baya yang membawa banyak jerigen itu di sepedanya itu sepertinya mau menyeberang.

Sebenarnya masih ada ruas jalan yang kosong yang bisa dilewati pengendara motor. Tapi mungkin sudah terlanjur berada di ruas paling kiri dan tidak mau dihalangi oleh pengendara sepeda ontel, makanya mereka membunyikan klakson keras-keras. Seolah berkata, “Minggir dulu gue mau lewat duluan!”. Si bapak pengendara sepeda ontel tersebutpun kikuk dan bingung mau menyeberangkan sepedanya.

Fenomena ini mungkin terasa begitu sepele dan tidak penting. Saya juga berusaha berprasangka baik, mungkin para pengendara motor tadi sedang terburu-buru dan ada urusan mendesak. Tapi jujur, saya sangat terganggu.

Tidak sekali ini saja sebenarnya saya melihat fenomena seperti itu. Kadang bapak pembawa gerobak, pengendara sepeda ontel dengan barang dagangan atau sampah hasil memulung di belakangnya mendapat klakson panjang dari para pengendara motor. Saya jadi bertanya-tanya, “Apakah jalanan kita sudah tidak memiliki ruang untuk mereka yang tak memiliki kendaraan bermotor?”

Saya tahu waktu kita begitu berharga. Ada acara penting yg harus segera dihadiri, lelah dengan macet, ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan membuat kita harus melaju cepat. Tapi saya kira, kita masih bisa 1-2 menit memberikan sela untuk mereka lebih dulu lewat. Saya yakin bapak pembawa gerobak, pengendara sepeda ontel dengan barang dagangan atau hasil memulungnya itu ‘tahu diri’. Mereka merasa tak berhak atas sisi jalan untuk para pengendara motor dan mobil. Tanpa klakson peringatanpun mereka akan segera lewat. Tahanlah sejenak kekesalanmu. Anggap saja 1-2 menit itu sedekahmu, jika kamu tak mampu bersedekah uang atau sembako untuk mereka.

Semoga kita arif dalam berkendara. Semoga pula, kendaraan yang kita tumpangi tidak membuat kita secara sengaja atau tidak merendahkan manusia lain.

Advertisements

2 thoughts on “Sedekah Dua Menit di Jalan

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: