Kala Itu

Mengapa saat bingung, pena jadi pemulung

memungut kata yang berserakan di relung-relung hati

tapi kegelisahan tak sirna

segelisah aku mencari posisi duduk yang enak

tapi cuma gerak yang akhirnya membuat tubuhku gata-gatal

lalu kata keluar cuma sedikit

sedikit seperti air pam yang dikorupsi

dari pagi aku di depan laptop yang bersanding dengan buku dan pena

tapi aku juga sibuk riwa riwi keluar masuk

memeriksa jemuran, takut hujan tiba-tiba datang

sesekali liat berita, sehari ini sudah sepuluh kali ku tengok berita melalui gawai

kalau tiap hari hidup cuma begini

ya mampuslah aku!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: