Pemuda yang Lebih Baik

Dari majelis yang mulia, Nabi pernah meminta para sahabat memperhatikan dua orang. Orang pertama, tampan dan gagah, kaya dan berpakaian indah, serta berpenampilan mewah. “Orang ini ya Rasulallah, jika melamar pasti diterima. Jika memberi saran pasti diikuti. Jika berjalan banyak yang mengiringnya. Jika duduk banyak yang menemaninya,” kata para sahabat. Orang kedua miskin dan ringkih, compang camping dan rombeng, kusut dan semrawut. “Adapun yang ini jika melamar pasti ditolak. Jika memberi saran tak ditanggapi. Datang dan perginya, hampir tak disadari”, kata sahabat.

“Tapi satu laki-laki yang kalian remehkan kebaikannya ini, adalah lebih baik daripada sepenuh bumi berisi orang-orang seperti satunya”, sabda Sang Nabi.

Adilnya, Bahwa kaya dan miskin, lapang dan sempit, bahagia dan duka; bukanlah ukuran mulia dan tercelanya manusia. Kemuliaan itu ada pada sikap menjalaninya. Taqwanya.

(Lapis-lapis keberkahan, Salim A. Fillah)

Membaca kisah tersebut tentu mudah mengafirmasinya.  Kita akan mengiyakan bahwa kekayaan bukan tolak ukur utama bagi manusia dan ketakwaan yang jauh lebih penting. Tapi Untuk menguji prinsip apakah kekayaan atau ketaatan yang jadi keutamaan hidupmu, perlu kiranya pertanyaan ini jadi renungan kita.

“Jika suatu hari ada ikhwan yang melamarmu atau melamar anak gadismu sedangkan ia tak berkecukupan dalam harta tapi begitu taat pada Allah, apakah akan kau terima lamarannya?”

Sering kita temui drama antara cinta dan harta. Seorang gadis kaya yang jatuh cinta pada pemuda miskin atau sebaliknya, lalu orang tuanya yang kaya tidak setuju hubungan itu sambil berkata, “Mau kamu kasih makan apa anak saya? Makan cinta? Kamu kira cinta itu bisa bikin kenyang? Bisa bikin hidup?”. Lalu si anak dan kekasihnya berkata, “Cinta adalah segalanya untuk kami! Cukuplah cinta dalam hidup kami!” Kemudian orang tua mereka hanya meringis getir tak percaya.

Memang bukan cinta sepasang kekasih yang bisa menjamin hidup. Bukan cinta antar dua insan itu yang segala-galanya. Bukan cinta kekasih yang membuat rizki tercukupi. Cinta pada manusia pada akhirnya akan berkurang kualitas dan luruh seiring waktu dan datangnya masalah yang bertubi-tubi. Cinta bahkan akan membawa petaka, manakala cinta hanya luapan hawa nafsu dan membutakan. Maka, tak cukup cinta menjadi landasan dalam sebuah hubungan antar dua jiwa.

Ketaatan pada Allah lah yang memberikan keberkahan hidup, yang akan mengalirkan mata air dari tempat yang tak disangka, yang akan menjamin tercukupinya rizki dari arah mana saja. Maka ketaqwaan yang berwujud ketaatan dari seorang insan adalah segala-galanya. Dalam ketaatan itu keberkahan berlimpah, kebahagiaan dan ketentraman sejati hadir. Keselamatan yang akan terbawa dari dunia hingga akhirat.

Ketaatan seorang hamba pada Ilahnya akan membuat syukurnya atas segala yang menimpanya tak putus. Dengan ketaatannya, ikhtiarnya tak akan berhenti meski hasil besar tak seketika didapat. Seorang hamba yang taat akan memastikan kiblat dan langkahnya di koridor jalan lurusNya. Ia akan terus menjalani takdir meski dengan susah payah tetapi tidak pernah merasa kelelahan. Di situlah keselamatan dan keberkahan tiada pernah habis. Jaminan kemuliaan yang tidak sekedar di masa sekedipan di dunia, namun abadi hingga kelak di akherat.

Maka, jika seorang pemuda yang tak berkecukupan harta namun begitu taat pada TuhanNya itu datang apakah masih akan kau tanyakan, “Memang ketaatanmu bisa bikin kenyang, bisa bikin bahagia?”

فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.(QS. As Syura: 36)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: