Virus Berani Berbagi dari Sekolah Relawan

“Sory ya, gue hari ini nggak bisa ikutan. Kerjaan nggak bisa ditinggal”. Respon seperti itu sudah sering saya dengar dari teman-teman. Rencana awal yang sudah disusun ingin mengadakan event berbagi seringkali batal di tengah jalan. Ada saja alasan untuk tidak melanjutkan kegiatan yang direncanakan. Alasan yang paling sering adalah kesibukan. Entah benar-benar sibuk atau sedang ‘mager’. Batal ikut seperti itu, sering saya istilahkan ‘Mendadak Demam’. Saya yang juga suka dengan kegiatan kerelawanan saja juga kadang masih terjangkit ‘Mendadak Demam ini’. Apalagi kalau temannya sudah demam duluan.

Kita yang hidup di kota besar memang terkondisikan cukup ‘selfish’. Banyak hal yang kita lakukan cenderung orientasinya untuk kepentingan pribadi. Ini sangat berbeda dengan kehidupan di kampung yang sangat terbiasa dengan gotong royong dan membantu sesama. Kita yang di kota, butuh tekad dan keberanian yang besar untuk memulai aksi berbagi.

Virus yang biasa menjangkit kalau mau melakukan aksi berbagi itu adalah virus takut. Takut nggak bisa komitmen, takut sibuk, takut nggak punya duit dan berbagai varian takut lainnya. Harus mau sibuk nyiapin sesuatu untuk orang lain, mau bergaul dengan orang yang nggak dikenal, masuk ke kampung-kampung. Ah, ‘scary’ banget lah.

Untuk yang ngerasa sering kena virus-virus itu, kayaknya perlu obat penumbuh semangat dan keberanian. Kalau kita ketemunya sama teman yang punya virus sama, tentu nggak bakal jadi aksi. Tapi kalau bergaul dengan lingkungan yang punya energi positif dan semangat berbagi yang tinggi, kita juga pasti akan ketularan. Ganti virus negatif dengan virus positif.

Saya berbagi tulisan ini juga agar kita punya semangat ‘Ramadhan Berani Berbagi’. Berbagi,  siapa takut! Kalian udah pernah kenal Sekolah Relawan? kalau belum kenal, segera kenalan yuk, biar tertular virus berani berbagi. Saya dan teman-teman jadi semangat dan berani berbagi di Ramadhan ini juga karena terinspirasi dari Sekolah relawan.

Sekolah Relawan ini letaknya di Beji, kota Depok. Kamu bisa akses infonya di www.sekolahrelawan.com. Walaupun namanya sekolah relawan, tapi kegiatannya nggak cuma seputar pendidikan kerelawanan. Sekolah Relawan juga punya banyak aksi sosial dan program berbagi yang kayaknya simple tapi sangat berarti. Kita kadang jadi mikir, “Ternyata bisa ya dengan cara begitu”.

Di Ramadhan 2017 ini, sekolah relawan juga punya program yang bisa bikin semangat berbagi kita terpacu. Salah satu program yang unik adalah Kampung DugDug. Program ini menyelenggarakan buka puasa bersama suatu kampung yang belum pernah mengadakan buka bersama karena kondisinya yang minus. Asyiknya, Sekolah Relawan melibatkan warga mulai dari beSR1lanja, memasak dan berbuka bersama. Relawan juga bisa ikut selama proses tersebut dan buka puasa bersama warga. Kita udah biasa buka puasa di café atau resto bareng temen, tapi untuk pengalaman yang satu ini, kamu harus coba sensasinya. Masak dan makan rame-rame di rumah warga sambil lesehan, sungguh bikin hati bergetar.

Program unik lain adalah FoodBOX. Sekolah relawan menyediakan showcase di tempat umum, seperti masjid. FoodBOX ini berisi makanan dan minuman yang langsung bisa dinikmati oleh siapa saja yang membutuhkan, terutama oleh fakir miskin, yatim dan musafir. Di Bulan ramadhan ini penyediaan utamanya untuk sahur. Kalau ingin berbagi makanan tapi bingung tempatnya, taruh aja di FoodBOX Sekolah Relawan.

Selain itu juga ada program Free Food Car. Kali ini Sekolah Relawan buka lapak makanan mobile, makanan ini gratis. Dhuafa, yatim, musafir bisa makan makanan berbuka yang layak dan bergizi di sini. Selain menyiapkan sajiannya, relawan juga bisa ngobrol dengan penerima manfaat. Ngobrol sama temen kan udah biasa, sesekali kita perlu dengar cerita-cerita langsung dari orang yang belum pernah kita kenal. Dijamin, kita akan lebih bersyukur dan semakin lebih berani untuk berbagi.sr2

Masih ada program-program lain seperti Kado Sambut Ramadhan yang memberi bingkisan sembako kepada keluarga dhuafa, yatim, fakir miskin. Tujuannya agar mereka memiliki persediaa untuk sahur dan buka puasa. Jangan cuma kasih kado ke temen yang ultah, kita bisa berbagi Kado dengan saudara kita yang membutuhkan.

Ada juga program Naik Pangkat, yaitu pemberian modal dagang/usaha kecil kepada fakir miskin agar bisa memulai usaha dan meningkatkan taraf perekonomian mereka. Jadi nggak cuma orang kantoran aja yang bisa naik pangkat, fakir miskin juga berhak untuk mendapat kesempatan naik pangkat kesejahteraan hidupnya.

Di penghujung Ramadhan nanti, Sekolah Relawan akan mengajak anak yatim dan dhuafa belanja bareng. Dengan program Belanja Bareng Yatim Dhuafa, Sekolah Relawan membelikan barang yang dibutuhkan dan diinginkan oleh anak yatim dan dhuafa, tentu sesuai dengan budget yang disediakan. Selain itu juga ada Kado Lebaran yang diperuntukkan bagi keluarga miskin berupa bingkisan makanan dan pakaian. Program berbagi yang juga berjalan adalah sumur Utsman. Sebagaimana nama programnya, Sekolah Relawan memberikan akses air bersih di daerah-daerah yang krisis air seperti di Nusa Tenggara Timur.

Ternyata berbagi itu asik kan? Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Yang mahal dari berbagi itu bukan uang tapi tekad, waktu dan tenaga. Sekarang udah gak jaman ‘single fighter’ untuk melakukan aksi berbagi. Kita bisa join dengan komunitas atau lembaga yang punya program-program inovatif dalam berbagi, seperti Sekolah Relawan ini. Ingat Berbagi, Ingat Sekolah Relawan. Masih mendadak demam untuk ikutan aksi berbagi? No Way!

*Dokumentasi: IG @sekolahrelawan

eflyer sr

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: