Refleksi Perbaikan

(11) Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.
(12) Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. QS Al Baqarah 11-12

Aku dulu pernah terlalu ‘rumongso’ sebagai manusia yang mengorientasikan seluruh hidupnya untuk perbaikan di masyarakat. Aku beranggapan perjuanganku sebagai aktivis sosial telah berada pada jalur misi khalifah fil ardl, sebagaimana yang Allah perintahkan. Tapi suatu ketika aku justru bertanya berulang-ulang pada diri sendiri, “Benarkah aku sedang melakukan perbaikan? atau aku hanya beranggapan bahwa yang kulakukan adalah baik, padahal kenyataannya ada kerusakan-kerusakan yang sedang aku perbuat?” Sampai hari ini, pertanyaan itu masih sering kuajukan saat sesi curhat pada Allah.

Benturan-benturan pemikiran dan pembelaan terhadap yang dianggap benar oleh seseorang semakin membuat mudah ‘ngrumangsani’ dirinya sedang berbuat perbaikan. Secara tidak langsung membuat kutub-kutub antara aku-kamu, kita-mereka, kubu sana-kubu sini, pihak pro-pihak kontra. Lalu pembelaan atas kebenarannya masing-masing tersaji seperti sebuah pagelaran dan festival sepanjang tahun. Dengan saling lempar isu, saling tuding, saling merasa teraniaya dan saling berlomba aksi memenangkan festival kebenaran. Tetapi sepanjang festival berlangsung, tidak ada yang bersiap untuk kalah. Semua merasa harus menang, karena semua merasa benar.

Tapi siapa yang bisa memastikan secara presisi bahwa apa yang sedang diperjuangkannya adalah kebenaran? Diri sendiri saja kadang tidak sadar jika diam-diam bercokol nafsu ingin tampil sebagai pihak yang paling benar. Bahkan ketika seseorang sedang memperjuangkan kebenaran, tidak otomatis sedang melakukan perbaikan. Bagaimana jika dalam perjuangan kebenarannya menggunakan cara-cara yang tidak baik sehingga menimbulkan dampak mudharat yang jauh lebih besar? Apakah akan tercipta kebaikan, jika dalam perjuangan kebenarannya menggunakan cara fitnah, menipu, membunuh karakter, anarkis dan tindakan tidak etis lainnya. Apakah tindakan seperti itu disebut berbuat perbaikan atau justru berbuat kerusakan dan kezaliman?

Maka, niat memperjuangkan kebenaran saja tidak cukup untuk memastikan diri melakukan perbaikan. Tapi bukan lantas membuat kita jadi takut dalam memperjuangkan kebenaran. Ayat di atas membawaku dalam situasi dialektis, untuk mempertanyakan dan memastikan berulang-ulang apa yang sedang aku lakukan. Meskipun teks tersebut merujuk pada ‘mereka’, tapi yang justru lebih penting adalah mengoreksi diri sendiri. Akan lebih baik jika pertanyaan itu ditujukan pada diri sendiri dulu, sebelum disangkakan pada orang lain. Agar jika masing-masing dari kita bisa mengoreksi diri sendiri, kita bisa lebih berhati-hati dalam hati, lisan, tulisan dan perbuatan.

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S Al Baqarah 148)

Yang saya pahami Allah menyuruh hambaNya untuk berlomba dalam kebaikan, bukan kebenaran. Kebenaran dicari, ditelaah dan dipegang dalam diri, tapi kebaikan diamalkan dalam kehidupan keluarga, pertemanan, bertetangga dan bermasyarakat. Dan kebaikan itu bukan sekedar diucapkan apalagi diwacanakan, kebaikan itu diamalkan, diperbuat. Kita bisa deklarasi, “Saya telah melakukan kebaikan! saya yang membangun ini itu, bla..bla..bla”. Tapi Allah Maha tahu apakah kita benar-benar melakukan perbaikan atau justru kerusakan. Dan saya yakin, hati kitapun sebenarnya tahu, apa yang kita lakukan sesungguhnya. Hanya saja apakah kita mau jujur atau lebih memilih hawa nafsu.

Tabik

#NulisRandom2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: