Zona Pragmatisme

“Butuh cepat!” adalah kata yang terpopuler di dunia serba praktis. Kata lain yang sama favoritnya adalah “Tidak ada waktu lagi!”. Dan gambaran dunia serba praktis adalah dunia dengan kecepatantinggi  yang serba diutamakan. Maka dalam imajinasi yang tergambar adalah orang yang penuh kesibukan, berlarian, list pekerjaan berlembar-lembar, dan dunia bersuhu tinggi hingga bernafas lebih panjangpun tak dapat.

Makanan dan minuman yang paling utama adalah waktu. Tetapi dipenuhi seberapapun, sepertinya dunia serba praktis akan selalu haus dan lapar akan waktu, maka sebut saja bahan bakarnya adalah waktu. “Waktu begitu berharga”, akhirnya itu bukan bermakna sarana yang mesti termanfaatkan dengan baik, tetapi malah menjadi dalih. Dan terus menerus menjadi dalih agar semua segera terpenuhi, dengan cepat tentunya.

Di dunia serba praktis tersedia aneka makanan siap saji, makanan kaleng dan kemasan yang bisa dimasak dengan cepat dan mudah. Dengan bahan-bahan yang cepat memberi rasa dan aroma nikmat. Dunia serba praktis juga paling canggih mendayagunakan energy. Karena segala-segala butuh cepat dan dalam jumlah besar, maka energy juga harus tersedia dengan cepat dan dalam jumlah besar. Maka, dunia serba praktis sudah barang tentu akan bekerja keras dan habis-habisan untuk menghabiskan sumber daya.

Ada yang paling dibenci di dunia serba praktis, yaitu pertanyaan “bagaimana nanti?”. Bukan karena mereka tidak tahu jawabannya. Tetapi dunia serba praktis akan berantakan jika orang memikirkan mengenai ‘nanti’. Maka, dunia akan berjalan lambat, karena semua harus dipikir lagi dua kali bahkan tiga kali. Dunia serba praktis akan mengalami gangguan sistemik karena perlu pertimbangan banyak aspek dan prediksi efek. Terlalu rumit, berbelit-belit, tak solutif adalah judgement dari dunia serba praktis terhadap “bagaimana nanti?”

Maka, jika kita telisik episode selanjutnya di dunia serba praktis adalah kisah yang tak berkembang normal. Kisah tentang efek dari bahan-bahan pemanis, pewarna, pengawet, dkk. Karya dari usaha keras dan menghabiskan. Jangan kaget jika nanti banyak orang kena rabun di usia dini, gangguan organ di sana sini dan kanker ini itu, kalau komplikasi juga sudah lumrah. Jangan kaget juga jika kemudian hanya mendapat warisan energy sisa-sisa atau malah cuma ampas.

Ruang lingkup praktis yang hanya sebatas jarak pandang terminim, jarak dengar terdekat, jarak rasa terkecil tidak akan menjangkau ruang dibalik jarak terminim itu. Dunianya memang nyata, senyata waktu itu, saat itu, hari itu. Jika dianggap terlalu, bisa ditambah beberapa hari atau beberapa bulan di tahun itu saja. Maka, inovasi di dunia serba praktis akan terbatas oleh ruang itu-itu saja, masalah itu-itu saja, capaian itu-itu saja. Batas maksimalnya bisa berada di titik klimaks masalah yang ditimbunnya sewaktu itu.

Kabar selanjutnya yang terdengar adalah kisah kualitas yang jauh dari impian, masalah massif yang berkaitan dengan kebocoran dan kerusakan. Angka-angka yang begitu besar namun sangat mencemaskan. Produksi yang berkelanjutan tetapi perkembangan yang masih dipertanyakan, terlihat dari kebutuhan yang sama tak juga terpenuhi dari waktu ke waktu.

Tetapi bagi dunia serba praktis hari ini tetap yang terpenting dan kecepatan tetap yang utama. Maka, masalah-masalah ini harus diselesaikan sesegera mungkin, saat ini juga. Karena masalah-masalah itu sebenarnya tak nampak di dunia serba praktis, persoalan kualitas dan jangka panjang itu terlalu rumit untuk dunia serba praktis.

“Bagaimana dengan nanti?”. Entahlah…   

Abaikan berpikir tiga langkah…abaikan manajemen strategis yang mempertimbangkan efek jangka panjang…target hari ini harus segera tercapai.

[dunia serba praktis yang dilematis]

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: