Penerimaanku

Seiring dengan berjalannya waktu kita menjadi tegar

Kita tentu bertanya-tanya pada mulanya

Mengapa dan bagaimana bisa semua terjadi

Ada yang terjawab, tapi ada yang tetap jadi misteri

Apakah jawaban itu sekarang masih perlu?

 

Kupikir kita sudah menerima tanpa syarat

Kini menata hidup dan merangkai masa depan lagi

Mengumpulkan kepingan puzzle yang entah apa semua bisa menyatu kembali

Atau tetap ada kepingan yang tak kembali

Hidup kan terus berlanjut kawan, dengan atau tanpa persetujuanmu

Pendapatmu kadang tak selalu penting untuk didengar

 

Menoleh kebelakang hanya akan merayu untuk mundur

Bayang-bayang dendam hanya membuat lebih pongah dan mematikan asa

Ah, buat apa itu semua

Toh kita tak hidup sampai seratus tahun apalagi seribu

Buat apa kita minta sejarah menuliskan nama kita dengan pujian

Toh kita punya Rakib Atid sebagai pencatat terinci dan terjujur

 

Mari kembali ke arena peran dan panggung kehidupan

Bebas berpikir tanpa takut selain takut durhaka pada tuhan

Merdeka bertindak tanpa prosedur njlimet selain takut melanggar sunnatullah sang Ilah

Bersahabat dengan manusia dan juga alam

Mari berirama, dendangkan sajak dan lagu kehidupan

Sampai kita bertemu lagi di padang pertanggungjawaban

 

Sangkila, 21 Juni 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: